Thursday, July 15, 2010

Feel dalam desain

oleh : erwin4rch

Kemajuan teknologi dewasa ini mempunyai imbas yang cukup signifikan di dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi komputer juga turut membantu perkembangan desain arsitektur sendiri.

Sekarang ini, sebuah ruangan dapat tercipta dengan komputer. Nyata, photorealistic. Padahal ruangan tersebut belum terbangun sama sekali. Memang sebuah kecanggihan teknologi pada jaman sekarang berimbas pada tuntutan desain yang lebih maksimal.

ada beberapa hal yang menurut saya sedikit hilang dengan menggunakan kecanggihan tersebut.

Arsitek arsitek senior, ketika saya amati, mereka umumnya sudah mempunyai konsep dahulu di dalam kepala mereka. Mereka sudah dapat membayangkan apakah hasilnya bagus atau jelek ketika sudah terbangun. Semua itu tidak terlepas dari faktor pengalaman mereka ditambah dengan tuntutan jaman dahulu. Kala itu, komputer belum secanggih sekarang. Jadi yang benar benar bisa membayangkan bagus tidaknya sebuah desain…. tidak lain, si arsitek itu sendiri.

Lulusan arsitek sekarang sudah bagus. Tetapi kecenderungan dan ketergantungan mereka terhadap komputer semakin tinggi. Bahkan beberapa dari mereka yang saya temui tidak dapat membayangkan ide yang dilontarkan. (oleh mereka sendiri). Mereka lebih senang membayangkan. lalu menerjemahkannya ke dalam media komputer untuk mendapatkan justifikasi ‘bagus’ atau ‘jelek’.

Secara waktu, pastilah mereka akan berkembang menjadi lebih baik. Satu hal yang saya coba arahkan di sini, adalah :

Komputer bukan segala-galanya. Tidak sedikit desain yang bagus di depan monitor dan kertas, tetapi ketika diaplikasikan, desain tersebut kehilangan jiwa. Suasananya tidak ada sama sekali. Hampa. Kesan ruang dan lingkungan tidak terbentuk. Istilahnya.. ‘Moodnya ndak dapet’.

Saya lebih cenderung untuk mengalami secara personal. Memasuki ruangan hotel, masuk ke rumah mewah, masuk ke apartemen, masuk ke kantor sewa dsb. Saya mencoba meresapi ‘mood” tersebut secara personal. Mungkin cara ini dapat membantu kita membayangkan desain secara lebih cepat.

Seperti kata pepatah : banyak jalan menuju Roma. Yang saya sampaikan di atas hanyalah salah satu cara untuk mencapai desain yang lebih baik.

Sumber : http://erwin4rch.wordpress.com/2009/02/23/feel-dalam-desain/

Entri Populer